FragPunk Tunda Rilis Konsol, NetEase Beri Kompensasi

Duniaesports.com – Industri game tidak pernah sepi kejutan—entah dari pengumuman besar, update baru, ataupun… penundaan perilisan. Kali ini, giliran game tactical shooter yang sedang naik daun, FragPunk, yang menjadi pusat perhatian setelah pengumuman mengejutkan dari pengembangnya, NetEase Games, mengenai penundaan versi konsol.

 

Bukan hanya sekadar penundaan, tapi juga keputusan untuk mengalihkan sumber daya ke versi PC dan optimasi server global terlebih dahulu, membuat para pemain yang sudah menanti FragPunk di PlayStation dan Xbox harus menunggu lebih lama. Namun, yang menarik adalah komitmen NetEase untuk tetap menjaga kepercayaan komunitas, salah satunya lewat kompensasi in-game dan komunikasi transparan.

 

Mari kita ulas secara lengkap: kenapa FragPunk tertunda di konsol, apa reaksi komunitas, seperti apa bentuk kompensasinya, dan bagaimana langkah NetEase ke depan dalam menjaga momentum game ini tetap hidup.

FragPunk
FragPunk

FragPunk: Sekilas tentang Game Tactical Shooter Penuh Aksi

 

FragPunk adalah game 5v5 tactical shooter berbasis hero, yang mengambil elemen cepat ala arena shooter seperti Valorant dan Overwatch, namun dengan twist unik: sistem kartu pengubah aturan (Shard Cards).

 

Setiap ronde, pemain bisa memilih kartu yang bisa mengubah gameplay secara drastis—mulai dari gravitas nol, kecepatan lari 2x lipat, hingga ledakan berantai saat musuh mati. Kombinasi gameplay cepat, desain karakter berwarna-warni, dan peta futuristik membuat FragPunk langsung menarik perhatian gamer sejak demo awalnya.

 

Setelah uji coba publik di PC menunjukkan respons positif, banyak yang berharap FragPunk akan menjadi “kompetitor serius di dunia tactical shooter.” Dan NetEase pun merencanakan perilisan serentak di PC, PlayStation, dan Xbox.

 

Pengumuman Penundaan: Konsol Harus Menunggu

 

Namun, harapan itu harus ditahan. Dalam pernyataan resmi pada 31 Maret 2025, NetEase menyatakan:

 

“Kami telah memutuskan untuk menunda perilisan FragPunk di konsol (PlayStation 5 dan Xbox Series X/S) untuk fokus pada penyempurnaan pengalaman di PC terlebih dahulu. Kami ingin memastikan pengalaman bermain lintas platform yang adil, stabil, dan optimal bagi semua pemain.”

 

Keputusan ini diambil setelah serangkaian pengujian menunjukkan bahwa versi konsol masih mengalami masalah teknis, seperti drop frame rate, bug UI, dan matchmaking yang tidak stabil.

 

NetEase menyebut bahwa crossplay penuh antara konsol dan PC adalah fitur utama FragPunk. Jadi, merilis versi konsol dalam kondisi tidak siap justru bisa “merusak kepercayaan komunitas.”

 

Reaksi Komunitas: Antara Kecewa dan Mengerti

 

Reaksi pemain terbagi dua. Banyak gamer konsol yang kecewa karena mereka sudah menantikan FragPunk sejak pengumuman awal. Beberapa bahkan sudah preorder dan berencana memainkan game ini dalam party lintas platform.

 

Namun, tak sedikit juga yang memahami keputusan NetEase, terutama mengingat betapa pentingnya performa teknis dalam game kompetitif. Daripada mengalami peluncuran buruk seperti Cyberpunk 2077 di awal rilis, sebagian besar pemain lebih memilih menunggu dengan sabar.

 

Di Reddit dan Discord resmi FragPunk, beberapa komentar berbunyi:

 

  • “Gue kecewa berat, tapi selama mereka bener-bener perbaikin performanya, I’m okay to wait.” – user: AimBotBilly
  • “Jangan jadi kayak game sebelah yang maksain rilis tapi crash mulu. Delay tapi stabil lebih baik.” – user: ReloadRaven

 

Yang menarik adalah bagaimana NetEase langsung merespons feedback tersebut dengan terbuka dan memberi penjelasan teknis secara detail.

 

Bentuk Kompensasi: NetEase Tahu Cara Merawat Komunitas

 

Untuk menebus kekecewaan pemain konsol, NetEase Games langsung mengumumkan paket kompensasi, yang berlaku baik untuk pemain beta konsol maupun mereka yang sudah mendaftar awal (pre-registration).

 

Berikut isi kompensasi tersebut:

 

  • Bundle eksklusif “Phantom Edge” skin untuk 2 karakter (khusus konsol saat rilis)
  • 1.500 FragCoins (mata uang premium)
  • Title eksklusif “Veteran Vanguard” di profil
  • Akses early access 72 jam lebih cepat saat versi konsol dirilis
  • Emote eksklusif “Patience Pays Off”

 

Kompensasi ini hanya bisa dapatkan oleh pemain yang sudah melakukan pre-register di konsol sebelum tanggal 31 Maret 2025.

 

Langkah ini mendapat sambutan positif. Banyak pemain menilai bahwa ini bukan sekadar “gimmick kosmetik,” tapi bentuk penghargaan nyata atas kesabaran komunitas.

 

Fokus PC: Apakah Ini Jadi Prioritas Utama?

 

Penundaan versi konsol juga membuka pertanyaan: apakah NetEase mulai memfokuskan FragPunk hanya sebagai game PC?

 

NetEase dengan tegas menjawab, “Tidak.” Mereka menyebut bahwa penundaan ini adalah strategi jangka pendek demi kestabilan jangka panjang. Versi konsol akan tetap rilis, dan tim khusus sedang di tugaskan untuk pengembangan port konsol, di pimpin oleh divisi eks-Blizzard yang bergabung dengan NetEase tahun lalu.

 

Sementara itu, versi PC akan terus mendapat pembaruan:

 

  • Peningkatan matchmaking dan anti-cheat
  • Tambahan hero baru tiap 2 bulan
  • Season pass pertama yang akan mulai Mei 2025
  • Fitur replay dan spectator mode

 

Langkah ini menunjukkan bahwa FragPunk masih sangat serius menggarap ekosistem e-sports dan streaming-nya—di mana versi PC memang jadi pijakan paling kuat.

 

Dampak Terhadap Scene Kompetitif & Crossplay

 

Bagi komunitas e-sports, keputusan ini cukup berdampak. Awalnya, FragPunk dirancang dengan sistem crossplay kompetitif lintas platform. Namun dengan penundaan ini, setidaknya hingga pertengahan 2025, kompetisi FragPunk akan berpusat di PC terlebih dahulu.

 

Event pertama bertajuk “FragClash: Tactical Arena” akan di gelar secara eksklusif di PC pada Juni 2025 dengan total hadiah $150.000.

 

Crossplay tetap rencanakan, tapi baru akan buka setelah stabilitas performa konsol terjamin. Ini langkah penting agar tidak ada ketimpangan teknis antar platform dalam turnamen besar.

 

Harapan dan Tanggal Rilis Baru

NetEase belum mengumumkan tanggal pasti untuk versi konsol, namun dalam sesi AMA (Ask Me Anything) di Discord, produser FragPunk menyebut bahwa mereka menargetkan kuartal ketiga 2025 (Juli–September) sebagai jendela rilis baru untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S.

 

“Kami tahu kalian sudah tak sabar. Tapi percayalah, kami tidak akan merilis game ini sampai kami yakin ini bisa jadi pengalaman konsol yang solid, mulus, dan kompetitif.”

– Tim FragPunk

 

Apakah Ini Keputusan yang Bijak?

 

Secara bisnis, menunda rilis memang menyakitkan. Tapi dari sudut pandang gamer dan jangka panjang, langkah ini lebih tepat daripada memaksakan rilis buruk. Terlebih, NetEase tidak diam—mereka menginformasikan, menawarkan kompensasi, dan tetap menyuplai update di PC.

 

FragPunk masih punya potensi besar untuk jadi tactical shooter fenomenal, terutama karena:

 

  • Desain gameplay yang segar
  • Sistem kartu unik yang penuh strategi
  • Art direction yang beda dari kompetitor
  • Dukungan komunitas aktif dan responsif

 

Sekarang tinggal bagaimana NetEase mengeksekusi janji-janjinya, dan menjaga kepercayaan komunitas konsol sampai waktu peluncuran tiba.

 

Baca Juga : 

 

FragPunk Tertunda, Tapi Masih di Jalur yang Benar

 

FragPunk memang belum bisa nikmati pemain PlayStation dan Xbox dalam waktu dekat, tapi bukan berarti game ini gagal. NetEase memilih realistis, bukan terburu-buru. Dan di tengah banyaknya game yang gagal karena terlalu cepat rilis, langkah ini justru terasa dewasa dan bertanggung jawab.

 

Dengan kompensasi yang masuk akal, komunikasi yang terbuka, dan janji rilis yang tetap ada, FragPunk masih sangat layak dinanti. Game ini bukan hanya tentang tembak-menembak cepat, tapi tentang bagaimana sebuah developer menjaga komitmennya pada kualitas dan komunitas.

 

FragPunk masih akan datang ke konsol—hanya saja dengan kualitas yang lebih matang. Dan ketika hari itu tiba, semua pemain yang menunggu akan sadar: kesabaran mereka tidak sia-sia.

Dinda Putri

Dinda Putri adalah seorang psikolog klinis dengan dedikasi tinggi dalam membantu individu untuk mencapai kesejahteraan mental. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Psikologi di Universitas Indonesia, Dinda melanjutkan studi S2 di Universitas Padjadjaran. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan komitmen terhadap kesejahteraan mental, Dinda telah memberikan kontribusi signifikan di bidang psikologi klinis di Indonesia.